Di Balik Pengesahan RUU Ciptaker: Dibahas Maraton, Tenaga Ahli Baleg Kewalahan

Anggota Komisi VIII DPR Bukhori Yusuf (ANTARA/ HO)

Indonesiainside.id, Jakarta – Anggota Badan Legislasi DPR RI Bukhori Yusuf mengatakan proses pembahasan RUU Cipta Kerja yang berlangsung secara maraton dalam beberapa pekan terakhir ini. Akibatnya, kemampuan tenaga ahli Baleg DPR RI kewalahan merampungkan kompilasi rumusan pasal yang mencakup hampir 80 UU.

Bahkan, sejumlah agenda rapat tim perumus dan tim sinkronisasi RUU lain di Baleg DPR RI pun sempat tertunda.

“Mereka bekerja tanpa jeda. Pembahasan berlangsung hampir seharian penuh. Bahkan di hari Jumat sampai Minggu mereka tetap bekerja untuk segera merampungkan RUU (Omnibus Law) tersebut,” ujar Bukhori dalam pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

Politisi PKS itu menambahkan, proses ‘kejar tayang’ yang singkat tersebut membuatnya khawatir Omnibus Law yang telah disahkan pada Rapat Paripurna hari ini berpotensi menimbulkan malpraktik di kemudian hari ketika UU tersebut diimplementasikan.

“RUU dengan tebal sebanyak 1028 halaman, berisi 174 pasal berikut turunannya, berdampak pada sekitar 74 UU eksisting, dan diselesaikan dalam waktu kurang dari setahun menunjukkan bahwa pembahasan RUU ini seolah dipaksakan. Tuntutan waktu yang sangat singkat ini jelas tidak memberikan ruang memadai bagi fraksi-fraksi lain untuk mengkaji secara cermat terhadap setiap detil pasal yang ada dalam RUU ini. Padahal, RUU ini akan memberikan dampak yang signifikan di setiap lini kehidupan masyarakat” ujar Bukhori.

Lebih lanjut, Anggota Komisi VIII ini menilai, sangat mungkin para TA tidak memiliki waktu memadai untuk mengkompilasi peraturan secara baik dan optimal sehingga membuka ruang bagi potensi terjadinya ‘misleading’ dan ‘dismiss’ dari sejumlah kesepakatan formulasi pasal per pasal yang diperoleh dari kesepakatan panja.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here