Ekonom: Butuh Energi Besar untuk Mengembalikan Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen

Ilustrasi - pertumbuhan ekonomi. Foto: Antara

Indonesiainsie.id, Jakarta – Pemerintah membutuhkan energi besar dan upaya keras untuk mengembalikan pertumbuhan ekonomi ke kisaran 5 persen. Terlebih lagi jika vaksin Covid-19 belum ditemukan untuk menekan laju penyebaran Covid-19.

“Jika vaksin COVID-19 belum ada dan belum didistribusikan secara merata, target pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen pada tahun depan terbilang berat,” ujar Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Indef (Institute for Development of Economics and Finance) Tauhid Ahmad dalam pernyataan di Jakarta, Senin (5/10).

Tauhid menuturkan saat ini saja ekonomi belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Hal itu terlihat dari Indeks Harga Konsumen (IHK) yang belakangan mengalami deflasi, yang menandakan lemahnya permintaan.

Menurutnya, jika konsumsi masyarakat pada tahun depan masih lemah maka sulit bagi Indonesia untuk mengakselerasi ekonomi tumbuh lima persen.

Selama ini konsumsi masyarakat menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, kata dia, ekspor impor juga sulit diharapkan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi karena kondisi ekonomi global yang masih suram.

Investasi, lanjut Tauhid, sebetulnya bisa dijadikan penopang pertumbuhan ekonomi. Sebab di tengah situasi seperti saat ini, banyak perusahaan yang memutuskan untuk tidak lagi menggantungkan sumber produksi di China dan berencana merelokasi investasinya.

Masalahnya, kata dia, dampak investasi khususnya penanaman modal asing ke pertumbuhan ekonomi tidak bisa langsung. Selain itu, investor saat ini juga tengah wait and see dan mencari negara yang paling aman untuk menjadi basis produksi manufaktur.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here