Suasana Umrah Pertama di Makkah Sejak Pandemi Merebak

Sejumlah kecil jemaah pada hari Ahad (4/10) mulai menjalankan ibadah umrah. Foto: Twitter

Indonesiainside.id, Riyadh – Sejumlah kecil jemaah pada hari Ahad (4/10) mulai menjalankan ibadah umrah setelah Arab Saudi mencabut pembatasan yang telah diberlakukan selama beberapa bulan untuk mencegah perebakan pandemi virus corona.

Kerajaan Arab Saudi mengambil langkah yang jarang dilakukan pada awal Maret lalu, dengan menangguhkan ibadah umrah, yang sedianya dapat dilakukan kapan saja sepanjang tahun dan umumnya menarik jutaan jemaah dari seluruh belahan dunia.

Penangguhan ini merupakan bagian dari kebijakan pembatasan setelah meluasnya pandemi virus corona di seluruh dunia dan mendorong seluruh negara memberlakukan penutupan wilayah atau lockdown dan jam malam, lansir VOA News.

Tetapi ketika sejumlah negara mulai melonggarkan pembatasan itu, pemerintah Arab Saudi hari Ahad mulai mengijinkan maksimum 6.000 jemaah per hari memasuki Masjidil Haram di Mekkah.

Hanya warga negara dan penduduk tetap Arab Saudi yang diijinkan memasuki masjid suci pada tahap pertama pembukaan kembali ini, dan setiap orang hanya diberi kesempatan selama tiga jam untuk menyelesaikan umrah.

Masjidil Haram dibersihkan dan disterilisasi beberapa kali dalam satu hari yang menjadi arah kiblat salat bagi warga Muslim di seluruh belahan dunia.

Sebelum dapat memasuki kawasan Masjidil Haram untuk salat atau melakukan umrah, warga harus mendaftar dan memesan tanggal dan jam khusus lewat aplikasi online.

Hal ini guna menghindari kerumunan massa dan tetap dapat mempertahankan pembatasan sosial. Pengunjung dapat memilih alat transportasi dan titik temu lewat aplikasi itu.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here