Bima Arya: 32 Persen Klaster Keluarga Terpapar Covid-19 dari Perkantoran

wali kota bogor
Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto. Foto: Istimewa.

Indonesiainside.id, Bogor – Kota Bogor mencatat tren peningkatan kasus Covid-19 hingga 15 persen sehingga kota hujan tersebut masih berstatus zona merah pada pekan ini. Artinya, Kota Bogor masih berisiko tinggi terhadap penularan Covid-19.

Dari mana datangnya penularan Covid-19 tersebut? Dari uraian Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto, ternyata dari perkantoran menjadi klaster baru yaitu klaster keluarga. Menurut dia, sebagian besar penularan terjadi dari klaster keluarga.

Dari klaster keluarga, mayoritas tertular dari perkantoran. Setelah didalami dan diurai diperoleh data penting bahwa 32 persen dari klaster keluarga adalah penularan dari perkantoran. “Jadi, kasus positif yang terpapar di klaster keluarga ini adalah terpapar dari klaster perkantoran,” ujarnya di Bogor, Senin (5/10).

Menurut Bima Arya, pada pekan lalu, terjadi penambahan 179 kasus positif atau meningkat 15 persen dari pekan sebelumnya. Sedangkan, jumlah kasus positif Covid-19 secara keseluruhan sampai Senin sebanyak 1.387 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 941 kasus sudah dinyatakan sembuh, 51 kasus meninggal dunia, serta 395 kasus masih sakit.

Bima menjelaskan hal penting untuk dicermati dan didalami adalah berapa persen komposisi kasus positif Covid-19 dari klaster yang dianggap sebagai sumber penularan. Berdasarkan data harian penanganan Covid-19 Kota Bogor, sebagian besar kasus positif tercatat dari klaster keluarga.

“Dari 179 kasus positif ini, 118 di antaranya dari klaster keluarga,” katanya.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here