Wawancara Ketua Tim Uji Klinis Vaksin Covid-19: Virus Selalu Bermutasi, tapi Belum Banyak Berubah Bentuk

Foto yang disediakan oleh Dana Investasi Langsung Rusia (Russian Direct Investment Fund/RDIF) ini menunjukkan seorang peneliti yang bekerja di laboratorium Institut Penelitian Ilmiah Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya di Moskow, Rusia, Kamis (6/8/2020).Xinhua/RDIF

Setelah tujuh bulan dilanda pandemi, Indonesia kini menaruh harapan pada kabar baik dari pengembangan vaksin Covid-19.

Salah satu pengembangan yang sedang berjalan ialah uji klinis tahap ketiga kandidat vaksin Sinovac di Bandung, Jawa Barat. Kandidat vaksin ini merupakan hasil komitmen perusahaan Indonesia, PT Bio Farma dengan perusahaan China, Sinovac Biotech. Kedua perusahaan juga telah menyepakati komitmen suplai 40 juta dosis vaksin untuk Indonesia.

Sinovac merupakan satu dari 42 kandidat vaksin di dunia yang telah mencapai tahap uji klinis berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) per 2 Oktober 2020. Selain di Indonesia, uji klinis Sinovac juga berlangsung di Turki dan Brasil.

Proses uji klinis tahap ketiga di Indonesia telah berjalan di Kota Bandung, Jawa Barat sejak 10 Agustus 2020. Bio Farma telah menunjuk Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran untuk menjalankan uji klinis tahap ketiga terhadap 1.620 relawan.

Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Kusnandi Rusmil mengatakan efikasi —kemampuan membentuk antibodi— dari kandidat vaksin Sinovac baru dapat disimpulkan secara utuh pada Maret 2021.

Namun menurut Kusnandi, ada kemungkinan efektivitas kandidat vaksin ini akan lebih rendah dibandingkan saat uji klinis di China, mengingat ada peluang virus SARS-CoV-2 yang beredar di Indonesia telah bermutasi.

Berikut wawancara Anadolu Agency dengan Kusnandi Rusmil melalui telekonferensi pada Jumat, 2 Oktober 2020, dan pada 6 Oktober 2020.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here