Masih Siang, Gas Air Mata Sudah Menerjang Demonstran di Istana Merdeka

Aksi mahasiswa menolak UU Cipta Kerja di sekitar Monas. Foto: Suandri Ansah/Indonesia Inside

Indonesiainside.id, Jakarta – Tembakan gas air mata dari kepolisian sudah melayang-layang pada demonstran penolak RUU Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja di sekitar Istana Merdeka Jakarta Pusat, Kamis (8/10). Seketika massa berhamburan.

Gas air mata itu perih. Tapi Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja dirasa lebih perih.

Ratusan mahasiswa dan puluhan pelajar tetap melanjutkan aksi mereka meski aksi yang semula damai berubah menjadi kerusuhan.

Saat berita ini ditulis, letupan gas air mata belum berhenti. Relawan kesehatan yang siaga di silang Monas mulai sibuk memberikan pertolongan pertama.

Satu per satu massa aksi mulai tumbang dan sempoyongan. Dada mereka sesak, paru-paru menjadi sulit mencari udara segar.

Asap dimana-mana. Sesak. Namun kebijakan pemerintah dirasa lebih sesak. Aksi masih berlanjut.

Massa lari maju mundur. Seolah memprovokasi aparat kepolisian.

Aksi mahasiswa menolak UU Cipta Kerja di sekitar Monas. Foto: Suandri Ansah/Indonesia Inside

Massa juga mulai melakukan perusakan, salah satunya pos polisi di depan Patung Arjuna Wijaya. Kaca pada pos itu tiba-tiba berkeping-keping.

Mahasiwa di titik lainnya mulai memperkuat border. Kerusuhan sepertinya akan berlangsung lama.(EP)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here