3.862 Orang Ditangkap dan 129 Warga Sipil Luka dalam Aksi Tolak UU Cipta Kerja

Aksi ricuh demo tolak UU Cipta Kerja di Jakarta. Tampak Halte Transjakarta di Sarinah dibakar massa. Foto: antara

Indonesiainside,.id, Jakarta – Sebanyak 3.862 orang ditangkap polisi serta 129 warga sipil, dan 69 polisi terluka akibat unjuk rasa penolakan Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja di berbagai daerah di Indonesia.

Gelombang unjuk rasa terjadi sejak Selasa, 6 Oktober 2020 dan puncaknya terjadi pada Kamis, 8 Oktober 2020. Sejumlah aksi unjuk rasa berujung ricuh, termasuk di Jakarta.

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Argo Yuwono mengatakan sebanyak 769 dari total orang yang ditangkap diduga sebagai bagian dari kelompok Anarko. Mereka ditangkap di Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jakarta, Jawa Timur, Sumatra Utara, dan Kalimantan Barat.

Sedangkan orang-orang yang ditangkap lainnya terdiri dari 601 orang warga sipil, 1.548 pelajar, 443 mahasiswa, 419 buruh dan 55 pengangguran. “Sampai saat ini masih proses pemeriksaan, akan kita lihat dan identifikasi,” kata Argo dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (9/10).

“Pelajar dan anak-anak akan kita panggil orang tuanya biar bisa tahu apa yang dilakukan putranya sehingga pengawasan tidak hanya di sekolah, tapi juga di rumah,” lanjut dia.

Sebanyak 145 orang yang ditahan reaktif Covid-19 berdasarkan hasil tes cepat (rapid test). 27 orang telah dirujuk untuk ditangani di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet.

Sementara itu, korban yang terluka akibat unjuk rasa kini dirawat di berbagai rumah sakit di Jakarta.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here