Gatot Nurmantyo Keluarkan Maklumat, Kutuk Kekerasan Aparat dan Sindir Keberadaan Presiden

Deklarasi KAMI di Magelang. Foto: antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gatot Nurmantyo, mengeluarkan maklumat yang mengutuk keras tindakan represif yang dilakukan aparat kepolisian terhadap massa aksi demonstrasi menolak Undang-undang Cipta Kerja dan juga jurnalis yang menjadi korban, Kamis (8/10).

“Tugas aparat itu melayani, melindungi, mengayomi, dan mengatur masyarakat ketika menggunakan haknya untuk berpendapat di muka publik,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat(9/10).

Aparat juga tidak boleh menghalangi atau melarang rakyat menyampaikan pendapatnya karena itu dijamin konstitusi. Tambah lagi, gaji aparat itu dari rakyat.

“Karena sejatinya aparat setiap bulan menerima gaji dan makan dari uang rakyat,” katanya.

Melihat terjadinya eskalasi dalam kehidupan bangsa yang sekarang terjadi di berbagai daerah, maka Presidium KAMI menyampaikan seruan kepada segenap jajaran dan jejaringnya di seluruh Tanah Air dan di luar negeri. Berikut enam poin seruan KAMI yang diteken oleh tiga orang Presidium KAMI, yakni Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmnatyo, KH Rochmat Wahab, dan Prof M Din Syamsuddin.

“Pertama, memberikan dukungan moril terhadap kaum buruh, mahasiswa, pelajar, akademisi, emak-emak dan tokoh agama yang berjuang membela dan mempertahankan hak dan aspirasinya,” bunyi Maklumat KAMI.

Kedua, menyerukan supaya jejaring KAMI ikut menyuarakan aspirasi rakyat, khususnya kaum buruh yang terampas hak-haknya oleh Omnibus Law RUU Ciptaker dalam semangat memperjuangkan kebenaran dan keadilan, demi kesejahteraan.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here