GNPF Ulama, FPI, PA 212 dan HRS Center Tuntut Parpol Pendukung UU Cipta Kerja Membubarkan Diri

Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak bersama Ketum FPI KH Shobri Lubis dan Ketua Umum PA 212 Slamet Ma'arif. Foto: Dok GNPF

Indonesiainside.id, Jakarta – Sejumlah ormas Islam yaitu FPI, GNPF Ulama, PA 212, dan HRS Center tegas menyuarakan dukungan terhadap aksi yang dilakukan oleh mahasiswa, buruh dan masyarakat yang menolak pengesahan UU Cipta Kerja oleh DPR RI, Senin(5/10). Keberadaan regulasi ini dinilai akan memperkuat cengkeraman oligarki asing dan aseng di Indonesia yang ujungnya merugikan rakyat.

“Tidak dapat dipungkiri kehadiran Undang-Undang Cipta Kerja tersebut lebih dimaksudkan untuk dominasi oligarki ekonomi Asing dan Aseng dan tidak berpihak pada tenaga kerja lokal (buruh),” kata Ketua Umum GNPF Ulama Ust Yusuf Muhammad Martak, dalam keterangan resminya, Jumat(9/10).

Ditambahkannya, perkembangan politik hukum semakin menjauh dari tujuan dan cita-cita nasional sebagaimana diamanatkan dalam Mukadimah Undang-Undang Dasar Negara Republik
Indonesia Tahun 1945.

“Kebijakan penyelenggaraan negara telah menegasikan prinsip kedaulatan rakyat dan paham negara kesejahteraan (welfare state) dengan mengutamakan kepentingan oligarki kapitalis,” sambungnya.

Rezim saat ini juga dinilai lebih mengutamakan kepentingan geopolitik Republik Rakyat China (RRC), dengan tetap
mendatangkan TKA yang berpaham Komunis. Tetap menggelar Pilkada ditengah ancaman pandemi Covid-19 demi politik dinasti (feodalisme).

“Di sisi lain, tindakan penyalahgunaan
kekuasaan (abuse of power), persekusi, intimidasi dan kriminalisasi masih terus berlangsung,” kata Ketua PA 212 Slamet Ma’arif.

Seiring dengan itu, rezim mengajukan Rancangan Undang-Undang Cipta Kerja (Omnibus Law) yang kini telah disahkan menjadi undang-undang. Kesemuanya itu menunjukkan penyelenggaraan negara di bawah kepemimpinan yang dzalim, yang menghancurkan sendi-sendi kehidupan yang berdasarkan Pancasila.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here