Airlangga Hartarto Berharap Aksi Unjuk Rasa Omnibus Law Tidak Bikin Klaster Baru

Aksi demo buruh dan mahasiswa menolak UU Cipta Kerja. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengharapkan aksi demonstrasi menolak Undang – Undang Cipta Kerja yang dilakukan di sejumlah wilayah di Indonesia pada Kamis (8/10) tidak menimbulkan klaster baru penularan Covid-19.

“Tadi arahan Bapak Presiden perlu diingatkan ke masyarakat bahwa sekarang masih pandemi Covid-19 sehingga kegiatan unjuk rasa diharapkan tidak membawa klaster demo baru,” kata Airlangga dalam konferensi pers usai rapat terbatas secara daring yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Jakarta, Senin(12/10).

Maka itu, ujar Airlangga, pemerintah terus mengingatkan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19 seperti menjaga jarak, memakai masker, dan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau alat penyanitasi (hand sanitizer).

Pemerintah juga berupaya mendeteksi dini potensi penularan Covid-19. Jika ada peserta unjuk rasa yang reaktif setelah diuji cepat (rapid test), kata Airlangga, maka akan langsung dipisahkan dan dibawa ke rumah sakit rujukan Covid-19.

“Penanganan mereka yang reaktif saat unjuk rasa pada prinsipnya dipisahkan dan dibawa ke RS rujukan,” katanya.

“Sekali lagi kegiatan-kegiatan demo atau unjuk rasa, jangan menjadi klaster pandemi baru,” tambah Airlangga yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo mengatakan dirinya sangat prihatin dengan kerumunan yang muncul dari rangkaian aksi unjuk rasa pada 8 Oktober 2020. Terdapat kekhawatiran, kerumunan dalam unjuk rasa itu menimbulkan kluster penularan Covid-19.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here