Pembohong Besar, Armenia Lagi-Lagi Khianati Azerbaijan

Korban serangan roket Armenia setelah gencatan senjata. Foto: Twitter

Indonesiainside.id, Jakarta – Upaya diplomatik untuk menyelesaikan konflik Nagorno-Karabakh selama hampir tiga dekade terakhir tidak efektif, kata seorang pejabat senior Azerbaijan pada hari Sabtu. Hal ini karena Armenia lagi-lagi melanggar gencatan senjata dan menghujani roket wilayah Azerbaijan.

Berbicara kepada wartawan di Istanbul, pejabat itu mengatakan: “Kami selalu menghargai upaya diplomatik dan politik untuk resolusi konflik, tetapi kami memiliki hak untuk mengatakan bahwa upaya dalam 28 tahun terakhir ini tidak cukup kuat, tidak cukup afirmatif dan tidak cukup efektif. . ”

Dia menambahkan bahwa Azerbaijan tidak menentang upaya Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa (OSCE) Minsk Group tetapi mencatat bahwa itu belum membuahkan hasil.

OSCE Minsk Group, yang diketuai bersama oleh Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat, dibentuk pada tahun 1992 untuk menemukan solusi damai untuk konflik tersebut tetapi tidak berhasil. Gencatan senjata, bagaimanapun, disetujui pada tahun 1994.

Pejabat itu juga mengatakan bahwa Turki adalah kekuatan regional dengan kepentingan yang sah dan harus terlibat dalam masalah regional, seperti halnya Rusia. Karena itu, Turki harus dilibatkan dalam penyelesaian konflik kawasan.

Ia mengatakan menghargai upaya Turki untuk mendukung Azerbaijan, mengatakan bahwa Turki telah memberikan segala macam dukungan sejak Azerbaijan memperoleh kemerdekaannya.

Pejabat itu menggarisbawahi kerja sama militer antara kedua negara, dengan mengatakan bahwa Azerbaijan telah menerima peralatan militer dari Turki dan kedua negara melakukan latihan militer bersama tetapi mencatat bahwa militer Turki tidak terlibat dalam konflik saat ini.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here