Satu Tahun Jokowi-Ma’ruf Bakal Ada Aksi Besar-besaran Tolak UU Cipta Kerja

Aksi buruh menolak Omnibus Law di Depan Istana Merdeka, Jakarta, beberapa waktu lalu. Foto: Muhammad Zubeir/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Jejaring Gerakan Rakyat akan menggelar unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja pada 20-22 Oktober mendatang.

Salah satu perwakilan dari Jejaring Gerakan Rakyat, Lini Zurlia mengatakan momentum 20 Oktober dipilih karena bertepatan dengan satu tahun pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin.

“Ini memperingati juga pertama kali omnibus law digagas dan dicanangkan melalui pidato kepresidenan dalam pelantikan kepresidenan periode Jokowi-Ma’ruf Amin Kabinet Indonesia Maju,” kata Lini dalam konferensi pers virtual, dikutip Selasa (13/10).

Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) yang juga tergabung di dalam jejaring ini mengatakan belum berencana menempuh langkah judicial review untuk menolak UU Cipta Kerja dan akan tetap turun ke jalan.

“Bagaimana mungkin rakyat dipaksa mengikuti jalur hukum ketika pembentukan perundang-undangan sendiri tidak tunduk pada aturan hukum, ini adalah persoalan politis,” ujar Perwakilan dari Gebrak, Nining Elitos.

Sementara itu, dalam konferensi pers terpisah, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) memiliki sejumlah opsi langkah selanjutnya dalam menolak UU Cipta Kerja.

Opsi pertama ialah melanjutkan aksi turun ke jalan seperti pada mogok nasional dan unjuk rasa yang berlangsung 6-8 Oktober lalu.

Opsi kedua yakni meminta pemerintah melakukan legislative review dan executive review terhadap UU Cipta Kerja yang sejauh ini belum diundangkan dan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu).

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here