Komisi II DPR: Demokrasi Indonesia Sedang Diuji

Mardani Ali Sera. Foto: Muhammad Zubeir/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera menilai penangkapan terhadap para pegiat Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) oleh aparat kepolisian pada hari Selasa (13/10) merupakan ujian bagi pelaksanaan demokrasi di Indonesia.

“Ini ujian bagi demorkasi. Semua penangkapan mesti didasari norma hukum yang tegas,” kata Mardani yang juga anggota Fraksi PKS DPR RI kepada para jurnalis di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, selama ini UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sering dijadikan dasar untuk menangkap seseorang.

Padahal, kata dia, seharusnya didudukkan proporsinya sesuai dengan hak dasar kebebasan menyampaikan pendapat dan hak berserikat.

“PKS sudah menggagas agar ada revisi dalam pasal di UU ITE, khususnya yang sering dijadikan dasar penangkapan atau proses hukum berbasis postingan di media sosial,” ujarnya.

Ia mengatakan,”Apakah peristiwa penangkapan terhadap aktivis KAMI merupakan sebuah tes terhadap organisasi tersebut atau kekuatan sipil lainnya, maka waktu yang akan menjawabnya.”

Untuk saat ini, lanjut dia, kekuatan prodemorkasi seharusnya bersatu menjaga agar iklim kebebasan berpendapat tetap terjaga.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Brigjen Pol. Awi Setiyono memastikan penangkapan dan penahanan terhadap para pegiat KAMI berdasarkan bukti permulaan yang kuat.

Bukti itu berupa tangkapan layar percakapan grup aplikasi perpesanan WhatsApp, proposal hingga bukti unggahan di media sosial.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here