PM Kanada ‘Tampar’ China Soal Muslim Uighur

Muslim Uighur yang ditindas China

Indonesiainside.id, Jakarta – Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau memperingatkan China bahwa tindakan represif di Hong Kong dan penindasan Muslim Uighur adalah kontraproduktif bagi China dan seluruh dunia.

Trudeau menyatakan hal ini menandai peringatan 50 tahun hubungan diplomatik Kanada dengan China, lansir SCMP, Kamis(14/10).

“Kami akan tetap berkomitmen penuh untuk bekerja dengan sekutu kami untuk memastikan bahwa pendekatan diplomasi koersif China, penahanan sewenang-wenang terhadap dua warga negara Kanada bersama warga negara lain di seluruh dunia merupakan taktik yang gagal,” kata Trudeau di konferensi pers.

Dia juga menyebutkan “kepedulian Kanada terhadap perlindungan hak asasi manusia dan tempat-tempat seperti Hong Kong dan … dengan Muslim Uighur”.

Dia mengatakan bahwa Kanada akan “terus bekerja dengan negara lain di seluruh dunia, untuk memberi tekanan kepada China bahwa pendekatannya terhadap urusan internal dan global tidak pada jalur yang produktif baik bagi China maupun masyarakat dunia.”

Mantan diplomat Kanada Michael Kovrig dan pengusaha Michael Spavor telah ditahan di China selama hampir dua tahun dan dituduh sebagai mata-mata.

Pemerintah Barat melihat penahanan kedua warga Kanada itu sebagai pembalasan atas penangkapan Meng Wanzhou, kepala keuangan raksasa telekomunikasi China Huawei dan juga putri pendiri produsen elektronik global itu.(EP)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here