Anak Buahnya Banyak Mati dalam Latihan, Komandan Marinir AS Dipecat

Kendaraan amfibi Marinir AS. Foto:cbs

Indonesiainside.id, Jakarta – Korps Marinir AS telah memecat komandan yang dinilai bertanggung jawab dalam insiden kecelakaan pelatihan mematikan di lepas pantai California Selatan pada bulan Juli lalu. Peristiwa itu menewaskan delapan Marinir dan seorang Pelaut Angkatan Laut AS.

Anggota Marinis AS tewas setelah kendaraan serbu amfibi mereka tenggelam ke dasar laut selama pelatihan di Pulau San Clemente. Jenazahnya ditemukan sepekan kemudian setelah dilakukan pencarian besar-besaran.

“Letjen Karsten S. Heckl, Panglima Jenderal Pasukan Ekspedisi Marinir I, membebaskan Letkol Michael J. Regner, Perwira Komandan, Tim Pendaratan Batalyon 1, Resimen Marinir 4, hari ini,” kata pernyataan Korps Marinir Selasa.

“Heckl membebaskan Regner karena telah kehilangan kepercayaan atas kemampuannya untuk memimpin, akibat dari kecelakaan kendaraan amfibi yang terjadi di lepas pantai California Selatan 30 Juli 2020,” tambahnya.

Pernyataan Marinir yang dilansir ABC, Kamis(15/10) juga mengatakan bahwa investigasi atas insiden itu telah mengumpulkan sejumlah besar informasi dan data yang menjadi dasar keputusan Heckl.

Tim Batalion Pendaratan adalah divisi infanteri yang diperkuat dan menjadi bagian tim tempur darat dari Unit Ekspedisi Marinir AS, yang terdiri dari 2.200 Marinir dan dibekali tiga kapal amfibi.

Pada tanggal 30 Juli, 15 Marinir dan seorang pelaut berada di atas AAV saat kembali ke kapal amfibi Angkatan Laut AS USS Somerset setelah berlatih di Pulau San Clemente, sebuah pulau milik Angkatan Laut di lepas pantai California selatan yang digunakan oleh untuk latihan.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here