Anies Larang Pelajar yang Ikut Demo Dikeluarkan dari Sekolah, Ini Prinsip Pendidikan

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau kepada orang tua untuk ikut mengawasi para pelajar agar tidak ikut aksi demonstrasi, bahkan terlibat kisruh dengan aparat keamanan.

“Saat ini, saya mengimbau orang tuanya untuk mereka mendidik anak-anaknya bersama di rumah dan orang tuanya membimbing mereka,” kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jakarta, Kamis (15/10).

Hal tersebut memperkuat pernyataan Anies pada Rabu (14/10) malam yang menyebutkan bahwa tanggung jawab pelajar ikut berdemo bukan hanya di pihak sekolah karena sedang tidak ada kegiatan pembelajaran di institusi pendidikan akibat Covid-19.

“Lain halnya kalau hari biasa, kalau hari-hari sekolah kan sekolah biasa. Seperti dulu misalnya tahun lalu, guru menjaga agar anak-anak tetap berada di sekolah sampai jam sekolah selesai. Kalau sekarang lebih banyak di rumah,” ujar Anies.

Karena itu, ucap Anies, harus ada keterlibatan orang tua untuk mengawasi dan mengetahui kemana tujuan anak-anaknya pergi, terlebih di musim pandemi seperti sekarang ini.

“Jadi, keputusan-keputusan untuk pergi harus pamit kepada orang tua apalagi pergi keluar di masa pandemi begini, kan berisiko,” ucapnya.

Lebih lanjut, Anies menyebut pihaknya tidak akan melakukan penertiban pada para pelajar tersebut untuk dikeluarkan dari sekolahnya. Hal itu karena dia berpandangan bahwa siswa sekolah tersebut harus diberi pendidikan lebih.

Ini berbeda dari orang dewasa, kata Anies, jika orang dewasa tersebut melakukan langkah yang salah, maka dia silakan dihukum.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here