Thailand Umumkan Kondisi Darurat, Media Dibatasi

Aksi demo di Thailand. Foto: Twitter

Indonesiainside.id, Jakarta – Pemerintah Thailand mengumumkan dekrit darurat untuk menanggapi serangkaian protes yang berlangsung di Bangkok, termasuk dengan melarang kerumunan orang dan pembatasan media.

Sebuah pengumuman yang dibacakan oleh polisi dalam siaran televisi menyatakan “banyak kelompok-kelompok orang telah mengundang, menghasut dan melakukan pertemuan di tempat-tempat umum yang melanggar hukum di Bangkok”.

Dikatakan langkah-langkah penting diperlukan untuk “menjaga perdamaian dan ketertiban”.

Pengumuman yang ditayangkan di televisi pemerintah itu mengatakan pengunjuk rasa telah “memicu kekacauan dan keresahan publik”.

Pengumuman itu menyebut bahwa pengunjuk rasa yang menghadang iring-iringan kerajaan pada hari Rabu sebagai alasan keputusan tersebut.

Para pengunjuk rasa, yang didorong mundur oleh jajaran polisi, memberikan hormat tiga jari yang telah menjadi simbol gerakan protes saat ratu berada di dalam kendaraan yang menelusuri Bangkok.

Keputusan darurat itu mulai berlaku pada pukul 04:00 waktu setempat pada hari Kamis (15/10). Selain membatasi perkumpulan hingga maksimal empat orang, keputusan tersebut membatasi media.

Yaitu, melarang “publikasi berita, media lain, dan informasi elektronik yang berisi pesan yang dapat menimbulkan ketakutan atau sengaja memutarbalikkan informasi, sehingga menimbulkan kesalahpahaman yang akan memengaruhi keamanan atau perdamaian nasional dan ketertiban “.

Keputusan itu juga memungkinkan pihak berwenang untuk menghentikan orang-orang memasuki “daerah mana pun yang mereka tunjuk”, menurut laporan kantor berita Reuters.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here