Anwar Ibrahim: Polisi Memanggil Saya karena Tekanan Politik

Rivalitas kubu Anwar Ibrahim dan Muhyiddin Yassin

Indonesiainside.id, Kuala Lumpur – Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan persoalan dukungan mayoritas anggota parlemen agar dia menjadi perdana menteri bukanlah urusan polisi.

“Yang mencengangkan, mengapa [polisi] fokus pada 121 nama anggota parlemen?” ujar Anwar, setelah memberikan keterangan kepada polisi di Bukti Aman, kutip the Star Malaysia pada Jumat.

Kedatangannya ke Bukit Aman, lanjut Anwar, adalah bentuk kooperatifnya dengan polisi.

“Saya di sini bukan untuk bekerja sama dengan para pemimpin politik mereka untuk memberi nama. Itu bukan urusan mereka. Itu [urusan] saya dan Yang Mulia, Yang di-Pertuan Agong,” urai Aman.

Pemanggilan dirinya ke kantor polisi itu, lanjut Anwar, adalah karena “tekanan politik”.

“Jelas ini pelecehan, dan ada instruksi politik yang diberikan kepada polisi,” ujar Anwar.

Sedang soal mosi tidak percaya terhadap PM Muhyiddin Yassin, Anwar mengatakan bahwa dia belum dimintai keterangan.

Polisi meminta keterangan Partai Keadilan Rakyat (PKR) itu terkait dengan pencatutan nama dalam daftar 121 anggota parlemen yang Anwar sebut mendukungnya untuk merebut kursi perdana menteri.

“Kami tengah menyelidiki penyebaran daftar 121 anggota parlemen yang diduga mendukungnya [Anwar]. Kami menerima 113 laporan polisi tentang masalah tersebut,” ujar Direktur Divisi Investigasi Kriminal (CID) Bukti Aman Huzir Mohamed, sebelumnya.

Pemanggilan tersebut berdasarkan Pasal 505 (b) KUHP dan Pasal 233 Undang-undang Komunikasi dan Multimedia, soal larangan membuat atau menyebarkan pernyataan yang dapat mengganggu keselamatan publik.(EP/AA)

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here