Menkeu: Omnibus Law Diperlukan Untuk Memulihkan Ekonomi

Unjuk Rasa buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) di depan Gedung DPR, Jakarta, Senin (20/1). Foto: Muhajir/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan jika pemulihan ekonomi sebagai dampak pandemi tidak hanya mengandalkan kebijakan fiskal dan moneter.

Berbagai instrumen diperlukan untuk mendukung pulihnya ekonomi, termasuk salah satunya Omnibus Law.

“Dalam masa krisis ini, Presiden dan DPR setuju memiliki Omnibus Law yang akan memperbaiki iklim investasi di Indonesia guna menciptakan lapangan kerja,” katanya ketika menjadi panelis dalam CNBC Debate on Global Economy secara virtual di Jakarta, Jumat(16/10) dini hari.

Dengan begitu, lanjut dia, pemerintah akan mempermudah masa transisi dari dukungan defisit fiskal dan kebijakan moneter menjadi transformasi struktural yang diharapkan berkontribusi bagi pertumbuhan.

Tak hanya itu, menurut Menkeu, dukungan komunitas internasional juga dibutuhkan dalam pemulihan ekonomi untuk mendukung khususnya negara miskin agar mereka tidak hanya bertahan dari krisis tapi juga bisa pulih.

“Bagi kami, dukungan berkelanjutan oleh komunitas internasional tidak hanya dalam pemulihan, tapi juga akses vaksin akan sangat kritikal,” katanya.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini juga menyatakan untuk pulih dari dampak pandemi, ia juga mendorong restorasi perdagangan dan aliran modal khususnya investasi asing langsung (FDI) yang lebih penting dibandingkan aliran modal jangka pendek.

Sri Mulyani menambahkan dalam mendesain pemulihan ekonomi juga tidak hanya bicara pertumbuhan namun harus melihat dari sisi gender khususnya peran wanita harus mendapat dukungan.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here