Unjuk Rasa Memanas, Ratu Thailand Dilecehkan Para Demonstran

Ratu Suthida

Indonesiainside.id, Bangkok – Dua orang peserta aksi unjuk rasa ditangkap polisi Thailand dan akan dituntut dengan dugaan upaya penyerangan dan melecehkan ratu, setelah terjadi kegaduhan dalam iring-iringan Ratu Suthida pada Rabu (14/10).

Ketika iring-iringan ratu melewati sekelompok demonstran, rekaman video menunjukkan pada demonstran tersebut membuat salam tiga jari, sebagai lambang perlawanan dan pelecehan terhadap institusi kerajaan, serta meneriakkan “pajak kami” sebagai bentuk protes atas pengeluaran dana oleh istana.

Polisi kemudian mendorong para demonstran menjauhi mobil Ratu Suthida.

Bunkueanun Paothong, yang biasa disebut Francis, mengatakan kepada Reuters bahwa dirinya telah dijatuhi dakwaan tersebut, usai dipindahkan dari Bangkok ke markas polisi patroli perbatasan di luar wilayah ibu kota.

“Saya didakwa dengan penyerangan terhadap ratu,” kata Francis, yang menolak memberikan komentar lebih lanjut. Sebelumnya, ia mengunggah video di laman daring yang menyatakan dirinya tidak bersalah.

Seorang polisi mengatakan bahwa satu orang lainnya, Ekachai Hongkangwan, juga didakwa di markas polisi yang sama.

Aturan hukum di Thailand menetapkan ancaman hukuman penjara selama 16 tahun hingga seumur hidup bagi siapa pun yang terbukti bersalah melakukan penyerangan atau upaya penyerangan terhadap ratu, ahli waris, atau pejabat kerajaan.

Ancaman hukuman bisa meningkat hingga hukuman mati jika aksi penyerangan dianggap membahayakan nyawa mereka.

Lembaga Pengacara untuk Hak Asasi Manusia Thailand menyatakan bahwa para advokat mereka tengah memberikan bantuan kepada dua orang itu, namun lembaga tidak memberikan komentar terkait kasus tersebut.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here