Anwar Ibrahim Dijerat Lagi Kasus Sodomi, Polisi Bantah dalam Tekanan Politik

Anwar Ibrahim

Indonesiainside.id, Kuala Lumpur – Mantan Perdana Menteri (PM) Anwar Ibrahim kembali dijerat kasus sodomi. Pengungkapan kasus tersebut bersamaan dengan pemeriksaan Anwar Ibrahim terkait klaim dukungan mayoritas parlemen terhadap dirinya.

Dalam pemeriksaan polisi, Anwar dijerat enam kasus sekaligus. Polisi Diraja Malaysia (PDRM) menyatakan, penyidikan ini dilakukan secara profesional tanpa menerima semua tekanan politik atau arahan dari pihak mana pun.

“PDRM meminta semua pihak memberikan ruang sepenuhnya kepada pihak polisi agar dapat menjalankan penyidikan secara transparan dan adil tindakan tegas bakal diambil kepada pihak yang sengaja menggugat ketenteraman umum,” kata Direktur Departemen Investigasi Kriminal PDRM, Kombes Pol Dato’ Huzir Bin Mohamed di Kuala Lumpur, Sabtu (17/10).

Polisi Diraja Malaysia menyatakan pihaknya telah menyidik atau melakukan rekaman percakapan terhadap pemimpin oposisi Dato’ Sri Anwar Ibrahim (DSAI) terhadap enam kasus. Dato’ Huzir Bin Mohamed menyampaikan hal tersebut di Kuala Lumpur perihal Perkembangan Terkait Perintah Menghadiri Penyidikan Dibawah Pasal 111 KUHP terhadap DSAI.

“Pada 16 Oktober 2020 rekaman percakapan DSAI telah diambil di Unit Investigasi Kriminal Terkelas (USJT) Bukit Aman,” katanya.

Rekaman percakapan berhubungan penyidikan atas penyebaran daftar nama 121 anggota parlemen dalam portal MH Daily yang mendukung DSAI. Penyidikan diklasifikasi di bawah Pasal 505(b) KUHP dan Pasal 233 Undang-Undang Komunikasi dan Multimedia 1998.

“Hingga kini sebanyak 113 laporan polisi telah diterima termasuk pengaduan dari kalangan anggota parlemen yang membantah memberikan dukungan,” ujar Huzir.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here