Tunjukkan Kartun Nabi Muhammad SAW ke Murid, Seorang Guru Digorok di Pinggir Jalan, PM Prancis Tuding Pembunuhan Itu Ulah Umat Islam

French Prime Minister Jean Castex addresses a press conference on the situation of the novel coronavirus (Covid-19) in France, at the Hotel de Matignon in Paris on August 27, 2020. (Photo by CHRISTOPHE ARCHAMBAULT / POOL / AFP)

Indonesiainside.id, Jakarta – Prancis akan bereaksi dengan ketegasan terkuat usai seorang guru digorok di jalan di pinggiran kota Paris pada Jumat, usai menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya, sebagaimana dikatakan Perdana Menteri Jean Castex pada Sabtu (17/10).

“Melalui salah satu pembelanya, Republik inilah yang telah ditikam jantungnya oleh terorisme Islamis,” kata Castex melalui cuitan di Twitter.

“Dalam solidaritas dengan para guru, Negara akan bereaksi dengan ketegasan terkuat agar Republik dan warganya hidup, bebas! Kita tidak akan pernah menyerah. Tidak akan pernah.”

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Seorang guru sejarah sekolah menengah di Prancis digorok di dekat sekolah di mana di awal bulan ini dia memperlihatkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya.

Tindakan guru tersebut dianggap menghujat umat Islam, kata pejabat Prancis pada hari Jumat (16/10).

Penyerang ditembak mati oleh polisi tidak jauh dari lokasi serangan pada Jumat sore, di daerah pemukiman di pinggiran barat laut Paris.

“Salah satu warga kami dibunuh hari ini karena dia mengajar, dia mengajar murid-muridnya tentang kebebasan berekspresi,” kata Presiden Prancis Emmanuel Macron kepada wartawan di lokasi serangan itu.

“Rekan kami diserang secara mencolok, menjadi korban serangan teroris Islam,” kata Macron. “Mereka tidak akan menang … Kami akan bertindak. Dengan tegas, dan cepat. Anda dapat mengandalkan tekad saya.”

Insiden tersebut menggemakan serangan lima tahun lalu di kantor majalah satir Charlie Hebdo yang menerbitkan karikatur Nabi Muhammad.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here