Sekjen PDIP: Industri Pertahanan Kita Jauh Tertinggal

Tank Harimau buatan PT Pindad dengan industri pertahanan Turki, FNSS Savunma Sistemleri.

Indonesiainside.id, Jakarta – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak para insinyur, politisi, akademisi, dan teknokrat saling bersinergi untuk mewujudkan Indonesia yang berdikari di bidang teknologi.

Hal tersebut disampaikan Hasto saat menjadi narasumber dalam Forum Indonesia Berdikari (FIB) melalui telekonferensi, Minggu (18/10).

Hasto mengingatkan bahwa Indonesia saat ini masih terbelakang dalam politik industri dan inovasi teknologi akibat strategi pembangunan perekonomian pada masa lalu, terutama Orde Baru.

“Sebagai contoh dalam capaian teknologi 2015, kita ini peringkat ke 99 dari 167 negara, ini dari konteks ‘strategy culture’ kita yang masih jauh. Industri pertahanan kita jauh tertinggal, apalagi industri proses yang lain. Kita juga melihat dari Global Innovation Index Ranking, kita juga di urutan 85 dari 129 negara atau ketujuh di ASEAN,” katanya.

Hasto menyadari banyak sumber daya alam dalam aspek bioekonomi yang belum tergarap dengan baik, mulai dari tanaman dan lautan yang harus dikerjakan secara inovatif menggunakan teknologi dan riset untuk memberikan nilai tambah yang ujungnya memberikan kesejahteraan pada rakyat.

Di PDIP, kata Hasto, pihaknya sudah merekomendasikan kepada pemerintah agar menjadikan ilmu pengetahuan sebagai jalan politik dengan penguasaan ilmu-ilmu dasar, supremasi riset dan inovasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dan APBN khusus untuk riset harus ditingkatkan supaya terjadi perubahan secara revolusioner.

Sejak lima tahun lalu, kata Hasto, PDIP mengkampanyekan parpol harus bersekutu dengan ilmu pengetahuan sehingga PDIP mempelopori pembentukan Badan Riset dan Inovasi Nasional meskipun ada hambatan birokrasi.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here