Gereja-Gereja dibakar Saat Protes di Chili Berubah Rusuh

Indonesiainside.id, Jakarta – Dua gereja dibakar pendemo ketika puluhan ribu demonstran berkumpul pada hari Minggu di alun-alun pusat Santiago untuk menandai peringatan gerakan protes yang meletus tahun lalu menuntut kesetaraan yang lebih besar di Chili. Protes massa itu menewaskan sekitar 30 orang warga dan membuat ribuan lainnya luka-luka.

Demonstrasi yang terjadi kemarin, Ahad(18/10), hanya seminggu sebelum Chili menggelar pemungutan suara dalam referendum tentang apakah akan menggantikan konstitusi era kediktatoran, salah satu tuntutan utama ketika gerakan protes dimulai pada 18 Oktober tahun lalu.

Sementara di pagi harinya protes di Plaza Italia juga berlangsung rusuh. Ada beberapa insiden kekerasan, penjarahan dan vandalisme di sore hari.

Satu gereja yang dekat dengan Plaza Italia dibakar rata dengan tanah saat pengunjuk rasa melakukan aksi protesnya, sementara tempat ibadah kedua dijarah dan juga mengalami kerusakan hebat akibat kebakaran.

Para pengunjuk rasa juga meminta warga memberikan suara untuk “menyetujui” perubahan konstitusi yang diusulkan.

Pemerintah Presiden Sebastian Pinera, salah satu sasaran utama pengunjuk rasa, meminta para pengunjuk rasa untuk bersikap damai dan mengingat pembatasan karena pandemi virus corona.

Epidemi yang telah menyebabkan 13.600 orang Chili tewas dengan lebih dari 491.000 terinfeksi.

Puluhan ribu demonstran awalnya melakukan aksi damai. Namun semakin lama, demonstran menjadi liar dan akhirnya membakar sebuah gereja. Tidak hanya itu penjarahan toko-toko pun terjadi dimana-mana.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here