Jelang Setahun Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, Sekjen MUI: Pemimpin Harus Selalu Siap Hadapi Krisis

anwar abbas
Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas. Foto: Ahmad ZR/Indonesiainside.id

Indonesiainside.id, Jakarta – Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menilai ada satu pelajaran berharga yang dapat dipetik dari peristiwa yang menyertai perjalanan satu tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin, yaitu pemimpin harus selalu siap untuk menghadapi krisis.

“Agar setiap terjadi krisis, kita tidak terlalu kaget dan terpukul. Meminjam istilah Bung Hatta (Wakil Presiden Pertama Republik Indonesia Mohammad Hatta), kita harus benar-benar bisa membuat dan membenahi ekonomi nasional kita dengan memperbesar tenaga beli rakyat. Produksi yang kita lakukan harus ditujukan pertama-tama dan utama adalah untuk kepentingan ke dalam yaitu untuk memenuhi kebutuhan rakyat,” kata Abbas di Jakarta, Senin(19/10).
​​​​​​​
Namun, bukan berarti ekspor tidak penting. Ekspor penting asal sifat dari ekspor itu yang diubah agar tidak hanya sebagai tujuan yang pertama dan utama, melainkan menjadi memenuhi keperluan untuk pembangunan.

“Karena dalam konsep ini yang menjadi tekanan adalah bagaimana kita bisa menghasilkan barang-barang keperluan hidup bangsa kita yang bahannya terdapat di tanah air kita sendiri. Dan apa yang tidak dapat kita hasilkan sendiri, itulah yang kita datangkan dari luar negeri untuk menggenapkan keperluan rakyat dan negara yang itu kita bayar dengan ekspor,” kata Abbas.

Bung Hatta, menurut Abbas, juga mengatakan bahwa Indonesia harus bisa memperkecil impor barang-barang konsumsi berangsur-angsur dan memperbesar impor barang-barang produksi seperti mesin dan alat untuk bekerja lainnya yang dibayar dengan barang-barang yang kita ekspor.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here