Satgas Sebut Vaksin Covid-19 Untuk Orang Sehat, Ini Kriterianya

Foto yang disediakan oleh Dana Investasi Langsung Rusia (Russian Direct Investment Fund/RDIF) ini menunjukkan vaksin COVID-19 yang dikembangkan laboratorium Institut Penelitian Ilmiah Epidemiologi dan Mikrobiologi Gamaleya di Moskow, Rusia, Kamis (6/8/2020). Xinhua/RDIF

Indonesiainside.id, Jakarta – Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara (Jubir) Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan vaksinasi ditujukan untuk melindungi masyarakat dari ancaman terinfeksi Covid-19.

“Yang divaksinasi adalah orang yang sehat, makanya ada pemeriksaan kesehatan sebelumnya dan nanti setelah divaksinasi maka timbul reaksi dari tubuh untuk membentuk kekebalan tubuh,” kata Wiku dalam gelar wicara yang diadakan virtual dari Media Center Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta, Senin.

Terkait pencegahan Covid-19, vaksinasi akan diberikan kepada orang-orang yang sehat secara bertahap berdasarkan tingkat risiko tinggi untuk tertular Covid-19 seperti tenaga medis.

“Vaksinasi itu diberikan kepada orang-orang yang sehat dalam rangka untuk melindungi dirinya dan tentunya yang diberikan adalah orang-orang yang pasti memiliki risiko tinggi untuk tertular. Maka dari itu harus diberikan vaksin terlebih dahulu,” tuturnya.

Wiku yang juga Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 menuturkan untuk mengetahui seberapa lama ketahanan vaksin dalam melindungi tubuh dari ancaman Covid-19, perlu melihat hasil uji klinis.

“Setiap penyakit memiliki karakteristik sendiri apakah itu virus, apakah itu bakteri dan kalau dibuat vaksin reaksinya pun juga bervariasi karena tergantung dari hubungan interaksi antara penyakit itu dengan antibodi yang ada pada manusia. Jadi ada yang pendek waktunya, ada yang panjang, ada yang sampai puluhan tahun. Untuk Covid ini berapa lama kita tunggu hasil dari uji klinisnya,” tuturnya.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here