Pengadilan Jerman Tolak Hak Kewarganegaraan Pria Muslim setelah Menolak Jabat Tangan dengan Seorang Wanita

jabat tangan
Ilustrasi. Foto: Istimewa

Indonesiainside.id, Berlin–Seorang dokter Muslim telah ditolak kewarganegaraan Jerman oleh pengadilan karena menolak berjabat tangan dengan seorang wanita. Warga Lebanon berusia 39 tahun itu hampir menjadi warga negara setelah ia menghabiskan 13 tahun di Berlin dan menyelesaikan studi medisnya dan lulus tes kewarganegaraan dengan nilai tertinggi.

Namun dia dianggap gagal langsung karena penolakannya melakukan jabat tangan dengan petugas wanita pada upacara penyerahan sertifikat yang diadakan pada tahun 2015.  Wanita itu dikatakan telah menolak aplikasinya meskipun dia telah menandatangani deklarasi kesetiaan kepada Konstitusi Jerman dan menentang ekstremisme.

Pengadilan Administratif Baden-Wurttemberg (VGH) menemukan bahwa individu yang menolak berjabat tangan karena nilai dan budaya fundamentalis yang memandang perempuan sebagai ‘godaan seksual yang berbahaya’ jelas menolak penyatuan dalam kehidupan di Jerman. Namun, dokter yang mengajukan kewarganegaraan pada 2012 itu menegaskan tindakan itu diambil karena berjanji kepada istrinya tidak akan bersalaman dengan perempuan lain.

Diketahui bahwa pria tersebut mengajukan banding ke VGH setelah petisinya ditolak oleh Pengadilan Administratif Stuttgart. Sabtu lalu, VGH menginformasikan bahwa ia dapat mengajukan banding ke Pengadilan Administratif Federal karena kasus tersebut sangat penting.

Islam mengajarkan pemeluknya berjabat tangan dengan pria atau wanita yang bukan mahram. Hal ini dijadikan dalih Barat melakukan diskriminasi dan tindakan islamofobia. (NE)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here