Sanksi Bagi OTG Bandel Tidak Mau Diisolasi: Selama 6 Bulan Urusan KTP dan Administrasi Tidak Dilayani

Pembayaran pajak kendaraan bermotor. foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Pemerintah Kota Pekanbaru akan berlakukan sanksi tidak mendapat pelayanan sosial selama enam bulan, bagi pasien Orang Tanpa Gejala (OTG) Covid-19 yang tidak bersedia diisolasi pada fasilitas negara.

Sanksi ini berlaku sejak Walikota PekanbaruFirdaus MT, telah menandatangani Perwako Nomor 180 Tahun 2020, tentang pedoman isolasi mandiri pasien terkonfirmasi Covid-19 tanpa gejala dan gejala ringan, bagi OTG yang menjalani isolasi mandiri di rumah.

“Tidak mendapat pelayanan sosial selama enam bulan maksudnya kalau dia mau urus KTP, atau administrasi perizinan lainnya itu gak bisa,” kata Sekretaris Diskes Kota Pekanbaru dr Zaini Rizaldy Saragih di Pekanbaru, Selasa(20/10).

Ia mengatakan, Pemko Pekanbaru tegas terhadap pasien OTG yang selama ini sangat sulit diawasi, dan diminta untuk isolasi selalu menolak. Padahal mereka berpotensi menularkan virus Covid-19 ke orang lain yang rentan, terutama lansia dan balita serta penderita penyakit bawaan.

Maka dengan Perwako tersebut Puskesmas sebagai garda terdepan tim satgas Covid-19, bisa leluasa mengawasi dan memantau OTG, serta jemput paksa pasien Covid-19 dengan gejala ringan untuk diisolasi pada tempat yang telah disediakan oleh pemerintah.

Katanya, bagi OTG yang tidak mengindahkan Perwako itu dan yang menolak dirujuk ke fasilitas pemerintah, mereka dikenakan sanksi tidak mendapat pelayanan sosial selama enam bulan.

Katanya, kini di Pekanbaru terdapat lebih dari 1.000 OTG yang sedang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here