Vaksin dari China dan Inggris Hanya Jangka Pendek, Vaksin Merah Putih untuk Jangka Panjang

Riset vaksin Covid-19. Foto: Antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset Nasional Bambang Brodjonegoro mengatakan Indonesia membutuhkan pengembangan vaksin Merah Putih Covid-19 untuk jangka panjang.

Pasalnya, kandidat vaksin yang akan didatangkan dari luar negeri seperti China dan Inggris hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek. Indonesia berencana memvaksinasi 9,1 juta orang mulai November jika BPOM menerbitkan Emergency Use Authorization (EUA) untuk 18,2 juta dosis kandidat vaksin dari perusahaan farmasi China yakni Sinovac, Sinopharm, dan Cansino.

Namun menurut Bambang, kandidat vaksin Covid-19 yang tersedia tidak bisa membentuk sistem daya tahan tubuh seumur hidup sehingga butuh vaksinasi ulang dalam jangka waktu tertentu.

Vaksin akan terus dibutuhkan dalam beberapa tahun ke depan sehingga Indonesia perlu mandiri dalam menyediakan vaksin. “Perlu ada revaksinasi di kemudian hari entah itu dalam jangka satu tahun, dua tahun atau lebih,” kata Bambang dalam konferensi pers virtual, Selasa (20/10).

“Oleh sebab itu kita harus punya kemampuan untuk selalu menyediakan vaksin Covid-19 khususnya yang dibuat dalam negeri,” lanjut dia.

Bambang mengatakan ada enam institusi yang tengah mengembangkan vaksin di dalam negeri dengan metode berbeda.

Keenam lembaga tersebut yakni Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Airlangga, dan Universitas Gadjah Mada.

Dari keenamnya, Bambang mengatakan pengembangan vaksin oleh LBM Eijkman dan UI memiliki progres yang paling cepat. “Awal tahun depan bisa diserahkan bibit vaksinnya yang dari Eijkman dan UI ke PT Bio Farma karena sudah masuk tahap pengujian pada hewan,” lanjut dia.

DMCA.com Protection Status

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here