Banjir dan Tanah Longsor di Vietnam Membuat 90.000 Orang Mengungsi

Banjir dan tanah longsor di Vietnam. Foto: BBC

Indonesiainside.id, Hanoi – Banjir dan tanah longsor di Vietnam dilaporkan telah menyebabkan sedikitnya 102 orang tewas atau hilang, sementara puluhan ribu orang kehilangan rumah mereka karena air yang naik menggenangi daratan.

Dua badai yang melanda Vietnam tengah dalam dua minggu pertama bulan Oktober, Badai Linfa dan Badai Nangka, menyebabkan curah hujan enam kali lebih tinggi dari rata-rata curah hujan, membanjiri 136.000 rumah dan memaksa 90.000 orang mengungsi dari rumah mereka. Topan ketiga diperkirakan akan menghantam pantai dalam beberapa hari mendatang .

Yang terparah adalah provinsi Hue, sekitar 700 km (434 mil) dari ibu kota, Hanoi, lansir Guardian, Rabu(21/10).

Polisi dan tentara telah menggunakan kano dan perahu di kota Ha Tinh untuk mencapai daerah paling banjir untuk mengevakuasi orang dan memindahkan properti ke tempat yang aman. Di kota ini saja, lebih dari 20.700 orang dilaporkan telah dievakuasi.

Di provinsi Quang Binh, yang berjarak 130 km dari Hanoi, air banjir terus naik, menelan seluruh rumah atau menguburnya di bawah tanah longsor. Pada hari Minggu, 13 KK, total sekitar 60 orang, direlokasi, karena diperkirakan 3.000 ton batu dan tanah runtuh melindas rumah dan jalan.

Tanah longsor juga mengubur barak militer di Quang Trị pada Minggu dini hari, menewaskan 22 tentara dan perwira.

Blue Dragon , sebuah organisasi non-pemerintah yang membantu keluarga berisiko di sekitar Vietnam, adalah salah satu dari segelintir organisasi nirlaba yang bekerja di Hue, dengan bantuan dan sumbangan yang perlahan-lahan mengalir masuk.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here