Bogor Berkomitmen Jadi Kota Ilmu Rujukan Dunia, Ini Alasannya

Guru Besar IPB University Prof Aman Wirakartakusumah berbicara dalam focus group discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Dewan Guru Besar (DGB) IPB University, Bogor, Rabu (21/10/2020). (Humas IPB University)

Indonesiainside.id, Jakarta – Kota Bogor memenuhi kriteria sebagai kota ilmu dan dapat dikembangkan menjadi rujukan dunia. Apa saja alasannya?

Sejumlah ahli atau pakar dari perguruan tinggi, balai penelitian dan pelatihan, politeknik dan sekolah tinggi di Kota Bogor sepakat dan mulai mewacanakan bagaimana agar Kota Bogor bisa menjadi kota ilmu rujukan dunia.

“Tentunya melalui kolaborasi antarpemangku kepentingan kunci berbasis co-management,” kata Guru Besar IPB University Prof Aman Wirakartakusumah dalam focus group discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh Dewan Guru Besar (DGB) IPB University, di Bogor, Rabu (21/10).

Alasan untuk menjadikan Kota Bogor sebagai Kota Ilmu dilandasi oleh sejarah ilmu dan pengetahuan di kota tersebut. Perkembangan ilmu dan pengetahuan di Bogor bermula sejak pembentukan Kebun Raya Bogor pada 1817.

Perkembangan selanjutnya terjadi pada 1903 dengan didirikan Landbouw School yang kemudian disusul pembentukan Department van Landbouw pada 1910.

Tiga tahun kemudian, yaitu pada 1913, dibentuk Proefstation Voor Het Boswezen. Guna mendukung Kebun Raya Bogor, dan pada 1915 dibentuk Xylarium Bogoriense dan pada 1917 didirikan Herbarium Botani.

Kota Bogor juga tidak terpisah dari sejarah pendidikannya. Pada 1913 didirikan Middlebare L-School (LHS) dan pada 1947 didirikan Sekolah Pertanian Menengah Tinggi (SPMT).

Pada kurun waktu sepuluh tahun kemudian, Kota Bogor memiliki Fakultas Pertanian dan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Indonesia, Akademi Tatalaksana Kesatuan, Akademi Kimia Analisis, Sekolah Perikanan Darat Menengah Atas (SPDMA) dan Akademi Kementerian Pertanian.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here