Benny Tjokro Mengaku Dijadikan ‘Tumbal’ Jiwasraya, Tuding Ada Kekuasaan Bermain Atas Nama Hukum

Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro

Indonesiainside.id, Jakarta – Direktur Utama PT Hanson International Tbk Benny Tjokrosaputro tidak terima dituntut jaksa seumur hidup dan membayar triliunan rupiah dalam kasus Jiwasraya.

Benny menyebut dirinya menjadi korban konspirasi perkara dugaan korupsi pengelolaan dana dan penggunaan dana investasi pada PT. Asuransi Jiwasraya (Persero). Ada pihak lain yang menggunakan kekuasaan atas nama hukum mengorbankan dirinya dan hartanya untuk menutup kebusukan orang lain.

“Dakwaan dan tuntutan kepada saya merupakan konspirasi untuk menjerat saya sebagai pelaku kejahatan tindak pidana korupsi yang terjadi di PT AJS. Dengan perkataan lain, saya adalah korban konspirasi dari pihak-pihak tertentu yang justru bertanggung jawab atas kerugian negara ini,” kata Benny Tjokro dalam sidang pembacaan pledoi yang dilaksanakan melalui “video conference” dan didengar dari pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis malam.

Dalam perkara ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung menuntut Benny Tjokro dipenjara seumur hidup ditambah membayar uang pengganti kepada negara sebesar Rp6.078.500.000.000 karena dinilai menimbulkan kerugian negara dari korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dan pencucian uang.

“Ketika saya mendengar tuntutan hukuman penjara seumur hidup terhadap diri saya tanpa didukung dengan fakta-fakta dan bukti-bukti yang sebenar-benarnya di persidangan, hati saya bergolak, sedih, marah,” ungkap Benny.

Menurut Benny, selama persidangan tidak ada barang bukti berupa surat atau apapun itu yang dapat membuktikan bahwa ia lah orang yang mengatur atau mengendalikan investasi PT. Asuransi Jiwasraya (Persero) baik dalam reksadana saham maupun dalam transaksi saham yang ditransaksikan.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here