FKM UI: Indonesia Belum Penuhi Standar Minimal Tes Covid-19

Rapid test untuk mendeteksi virus corona atau Covid-19. Foto: antara

Indonesiainside.id, Jakarta – Kapasitas tes Covid-19 di Indonesia belum memenuhi standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) meski telah delapan bulan dilanda pandemi.

Pemodelan yang dilakukan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Indonesia (UI) hingga awal Oktober 2020 menunjukkan bahwa Indonesia baru mencapai 70,3 persen target WHO atau 703 tes per 1 juta penduduk.

WHO sendiri menargetkan sebanyak 1 tes per 1.000 penduduk per minggu. “Tapi ini sudah meningkat terus kalau dibandingkan dengan masa awal pandemi,” kata Epidemiolog FKM UI Iwan Ariono dalam webinar bersama Bappenas pada Jumat (23/10).

Iwan menuturkan, jumlah tes Covid-19 secara nasional banyak disumbang oleh Jakarta. Jakarta mampu mengetes hingga tiga kali lipat dari standar WHO. Sedangkan provinsi-provinsi lain yang juga menyumbang kasus cukup tinggi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur belum mampu memenuhi standar WHO.

FKM UI menemukan bahwa Jawa Barat —sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak di Indonesia— baru mampu memenuhi 43 persen target WHO.

Iwan menuturkan intervensi seperti tes, pelacakan kasus, dan isolasi terhadap kasus-kasus positif sangat penting agar Indonesia dapat melandaikan kurva pandemi. Selain itu, ketaatan masyarakat terhadap protokol kesehatan juga memegang peran penting terutama ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah dilonggarkan.

Iwan melanjutkan, persentase kasus positif Covid-19 di Indonesia juga masih tinggi, yakni 13,6 persen per awal Oktober 2020. Positivity rate Indonesia 2,7 kali lipat lebih tinggi dari standar pengendalian pandemi WHO sebesar 5 persen.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here