Masyarakat dan Negara Arab Boikot Produk Prancis Hingga Kelimpungan karena Kartun Nabi Muhammad SAW, Bagaimana di Indonesia?

Beberapa toko di Kuwait telah menurunkan produk-produk buatan Prancis dari rak mereka pada hari Minggu. Foto: BBC

Indonesiainside.id, Jakarta – Pernyataan islamofobia Presiden Prancis Emmanuel Macron dan diikuti tindakan represif aparat Prancis atas komunitas muslim di negaranya memantik reaksi di dunia Islam. Negara-negara Timur Tengah melakukan aksi boikot atas produk-produk Prancis.

Prancis pun kelabakan dan meminta negara-negara di Timur Tengah agar mengakhiri seruan boikot produk-produknya sebagai bentuk protes terhadap pembelaan Presiden Emmanuel Macron atas hak untuk menunjukkan kartun Nabi Muhammad.

Produk Prancis telah ditarik dari beberapa toko di Kuwait, Yordania, dan Qatar. Sementara itu, aksi protes terjadi di Libya, Suriah, dan Jalur Gaza.

Reaksi negatif tersebut berasal dari komentar Macron setelah pembunuhan seorang guru Prancis yang mempertunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelas.

Penggambaran Nabi Muhammad sangat menyinggung bagi umat Islam karena tradisi Islam secara eksplisit melarang gambar Nabi Muhammad dan Allah SWT.

Namun, sang presiden berkata guru itu, Samuel Paty, “dibunuh karena para Islamis menginginkan masa depan kami”, tetapi Prancis “tidak akan menyerahkan kartun kami”.

Sekularisme negara – atau laïcité – adalah pusat identitas nasional Prancis. Membatasi kebebasan berekspresi untuk melindungi perasaan satu komunitas tertentu, menurut negara, merusak persatuan.

Pada hari Minggu, Macron menegaskan kembali pembelaannya terhadap nilai-nilai Prancis dalam sebuah twit yang berbunyi: “Kami tidak akan menyerah, selamanya.”

Para pemimpin politik di Turki dan Pakistan telah marah kepada Macron, menuduhnya tidak menghormati “kebebasan berkeyakinan” dan memarjinalkan jutaan Muslim di Prancis.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here