Polda Metro Jaya: Anak Dibawah Umur Tetap Bisa Dipidana

Aksi demonstrasi mahasiswa menolak UU Cipta Kerja di Monas, Jakarta. Foto: Suandri Ansah

Indonesiainside.id, Jakarta – Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Nana Sudjana menegaskan anak di bawah umur tidak serta merta terbebas dari aturan hukum. Mereka tetap bisa dipidana dengan aturan tertentu.

“Terkait dengan seolah-olah anak-anak tidak bisa dipidana, anak-anak bisa dipidana dengan aturan tertentu,” kata Nana di Mako Polda Metro Jaya, Senin.

Nana menjelaskan ada beberapa perlakuan khusus yang diberikan oleh kepolisian kepada anak yang berhadapan dengan hukum antara lain masa penahanan 20 hari yang dikenakan kepada orang dewasa hanya dikenakan 7 hari untuk anak di bawah umur.

Kemudian selama menjalani proses hukum mulai dari pihak kepolisian, kejaksaan dan pengadilan, anak tersebut boleh didampingi oleh orangtuanya.

Lebih lanjut dia mengatakan mereka bisa juga dipidana, agar ada efek jera dan tidak mengulangi perbuatannya yang melanggar hukum di kemudian hari.

Meski demikian, Nana mengatakan tindakan pencegahan agar anak tidak berhadapan dengan hukum adalah langkah yang lebih baik daripada membiarkan anak berurusan dengan aparat penegak hukum akibat termakan hasutan oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Kita lebih baik lakukan pencegahan, jangan sampai kemudian anak-anak ini tekena hasutan,” tambahnya.

Polda Metro Jaya bersama dengan jajaran Polres di wilayah hukumnya mengamankan 2.667 orang terkait ricuh unjuk rasa menolak Omnibus Law Cipta Kerja pada 8 dan 13 Oktober 2020.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here