Ribuan Pengungsi Tak Bisa Pulang Kampung ke Tembagapura, Haris Azhar: Saya Curiga Ada Siasat Jahat

Pendiri Kantor Hukum dan HAM Lokataru Foundation Haris Azhar bersama warga Banti-Opitawak.(ANTARA/Evarianus Supar)

Indonesiainside.id, Timika – Ribuan warga Kampung Banti dan Opitawak, Distrik Tembagapura, tidak bisa kembali ke kampung mereka sehingga terkatung-katung di Timika sampai sekarang. Sedikitnya ada 1.800 jiwa warga Banti dan Opitawak yang mengungsi sendiri ke Timika sejak awal Maret karena situasi di kampung mereka tidak aman saat itu.

Namun, hingga kini, mereka masih harus mengungsi dan seolah-olah ada pihak yang tidak menghendaki mereka kembali lagi. Apakah karena jarak permukiman mereka yang dekat dengan kota pertambangan Freeport di Tembagapura itu menjadi penyebab mereka tidak dikehendaki lagi pulang kampung?

Aktivis HAM yang juga Pendiri Kantor Hukum dan HAM Lokataru Foundation, Haris Azhar, menduga sepertinya memang ada pihak-pihak tertentu yang tidak menghendaki mereka pulang. Namun, dia tidak mau berspekulasi lebih jauh mengenai hal itu.

“Saya mencurigai ada siasat jahat untuk membiarkan masyarakat tidak bisa kembali ke kampungnya, padahal mereka turun dari Tembagapura ke Timika beberapa bulan lalu itu atas kerelaan mereka sendiri, bukan karena diusir,” kata Haris Azhar di Timika, Selasa (27/10).

Haris Azhar yang menjadi kuasa hukum Forum Pemilik Hak Sulung Tsinga, Waa-Banti, Aroanop (FPHS Tsingwarop) berjanji untuk memperjuangkan pengembalian sekitar 1.800 jiwa warga Banti dan Opitawak yang diungsikan sementara ke Timika sejak awal Maret.

Ribuan warga Banti dan Opitawak mengungsi sementara ke Timika karena situasi di kampung mereka tidak aman setelah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terlibat konflik bersenjata dengan aparat TNI dan Polri.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here