Dolar Terpeleset Emas pun Naik

emas
Emas batangan ukuran kecil. Foto: Istimewa.

Indonesiainside.id, Jakarta – Harga emas naik pada akhir perdagangan Selasa, dan nilai tukar dolar AS melemah saat kekhawatiran atas lonjakan kedua dalam kasus virus corona.

Sementara investor menahan diri dari membuat pertaruhan besar menjelang pemilihan presiden AS pekan depan.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember di divisi COMEX New York Exchange, terangkat 6,2 dolar AS atau 0,33 persen menjadi ditutup pada 1.911,9 dolar AS per ounce.

Sehari sebelumnya (26/10/2020), emas berjangka naik tipis 0,5 dolar AS atau 0,03 persen menjadi 1.905,70 dolar AS, setelah sedikit menguat 0,6 dolar AS atau 0,03 persen menjadi 1.905,20 dolar AS pada Jumat (23/10/2020), dan turun tajam 24,9 dolar AS atau 1,29 persen menjadi 1.904,60 dolar AS pada Kamis (22/10/2020).

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, tergelincir 0,2 persen membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

“Emas terjebak dalam kisaran yang ketat dan mungkin tidak akan ada terlalu banyak aktivitas sebelum pemilihan AS,” kata Michael Matousek, kepala pedagang di Global Investors AS.

Namun, masyarakat masih membawa bias bullish pada emas karena kekhawatiran virus corona, perlambatan ekonomi global, dan langkah-langkah stimulus, yang mendorong investor untuk menambah emas ke dalam portofolio mereka, tambahnya.

Amerika Serikat, Rusia, Prancis, dan banyak negara lain mencatat rekor infeksi virus corona, memaksa beberapa negara memberlakukan pembatasan baru.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here