Perubahan Iklim Membuat Orang Australia Stress

Ilustrasi kebakaran di Victoria's East Gippsland Australia beberapa waktu lalu. Foto: abc

Indonesiainside.id, Canberra – Sejumlah besar warga Australia khawatir dengan dampak perubahan iklim, demikian dipaparkan sebuah survei. Mereka cemas dengan perubahan iklim yang terjadi.

Lembaga pemikir The Australia Institute pada Rabu (28/10) memublikasikan laporan Iklim tahunan negara tersebut, yang menganalisis sikap warga Australia terhadap perubahan iklim.

Survei yang dilakukan terhadap hampir 2.000 warga Australia menemukan bahwa rekor tertinggi 79 persen sepakat perubahan iklim “sedang terjadi”, 80 persen berpikir Australia sudah mengalami dampak perubahan iklim, 83 persen mendukung penutupan pembangkit listrik tenaga batu bara dan menurut 71 persen lainnya, Australia harus menjadi pemimpin dunia dalam hal perubahan iklim.

Lebih dari dua pertiga responden mengatakan Australia harus memiliki target nasional untuk bebas emisi hingga 2050 mendatang.

“Penelitian kami menunjukkan bahwa,jauh sebelum meredamnya seruan untuk tindakan iklim, krisis COVID-19 telah memperkuat tekad Australia di seluruh tingkat pemerintahan untuk mengambil langkah terhadap perubahan iklim,” ujar Richie Merzian dari institut tersebut kepada Australian Broadcasting Corporation (ABC).

Kebakaran hutan merupakan dampak terbesar yang dikhawatirkan responden, naik dari 76 persen pada 2019 menjadi 82 persen, diikuti oleh kekeringan, kepunahan, dan kehancuran Karang Penghalang Besar (Great Barrier Reef) ikonis, yang diidentifikasi oleh sekitar 80 persen responden.

“Hal ini menunjukkan perubahan iklim bukan hanya tren yang dipedulikan masyarakat ketika segalanya stabil,” tutur Rebecca Colvin dari Universitas Nasional Australia (Australian National University).

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here