Lembaga HAM Kutuk Armenia Karena Gunakan Bom Tandan yang Dilarang Penggunaannya

Indonesiainside.id, Baku – Lembaga Hak Asasi Manusia atau Human Rights Watch (HRW) pada hari Kamis(29/10) mendesak Armenia untuk berhenti menggunakan bom tandan atau cluster bomb yang ilegal digunakan dalam perang.

Bom tandan atau bom curah dilarang secara internasional. Senjata ini digunakan Armenia di tengah bentrokan degan Azerbaijan, dan HRW menggambarkan tindakan tersebut sebagai “pengabaian yang mencolok terhadap kehidupan sipil dan hukum internasional.”

“Pasukan Armenia menembakkan atau memasok munisi tandan yang dilarang secara internasional dan setidaknya satu jenis roket jarak jauh lainnya yang digunakan dalam serangan di kota Barda, 230 kilometer (143 mil) barat ibukota Azerbaijan, Baku pada 28 Oktober,” kata kata Belkis Wille, peneliti senior krisis dan konflik di HRW, dilansir dailysabah, Sabtu(31/10).

Pasukan Armenia pada hari Rabu menghantam pusat kota Barda Azerbaijan, yang menghancukan banyak toko dan kendaraan. Sedikitnya 21 warga sipil tewas dan lebih dari 40 luka-luka dalam serangan itu.

Ini menyusul serangan hari Selasa yang menewaskan sedikitnya empat warga sipil, termasuk seorang balita, dalam serangan rudal Armenia di sebuah desa di Barda.

“Ada alasan mengapa senjata brutal ini dilarang oleh perjanjian internasional dan menggunakannya di pusat kota menunjukkan ketidakpedulian yang mencolok terhadap kehidupan sipil dan hukum internasional,” katanya.

Ia menambahkan bahwa negara-negara harus mengutuk penggunaan munisi tandan.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here