Jamaah Umrah Wajib Tes Usap dan Karantina Tiga Hari di Arab

Kelompok pertama umat muslim melakukan ibadah umrah dengan penerapan protokol kesehatan di Masjidil Haram, Mekah, Arab Saudi, Sabtu (3/10/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Yasser Bakhsh/foc.

Indonesiainside.id, Jakarta – Kantor Wilayah Kementerian Agama DKI Jakarta memastikan pelaksanaan umrah dilakukan dengan protokol kesehatan Covid-19, sehubungan dibukanya kembali pintu kedatangan jamaah luar negeri ke Tanah Suci mulai 1 November 2020.

“Pemberangkatan jamaah harus diadakan tes cepat atau tes usap kemudian berangkat ke Tanah Suci, dan diberikan waktu karantina tiga hari di sana,” kata Kepala Bidang Haji dan Umrah Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta Tabrani di Jakarta, Sabtu (31/10).

Jamaah yang dinyatakan sehat dapat melanjutkan ibadah umrah sesuai ketentuan yang dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi. Namun Tabrani menjelaskan tata cara pelaksanaan umrah di saat pandemi Covid-19 berbeda. Jamaah melakukan ibadah sa’i (lari kecil) secara terbatas.

“Jamaah baru diizinkan untuk melaksanakan umrah hanya satu kali sa’i dalam satu hari selama tiga jam,” kata dia.

Setibanya di Indonesia, jamaah umrah harus dikarantina kembali. Kanwil Kementerian Agama DKI Jakarta menyiapkan Asrama Haji Pondok Gede untuk memantau kesehatan mereka.

Saat ini Tabrani mengatakan pihaknya masih menunggu Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang pelaksanaan dan persyaratan ibadah umrah bagi warga negara Indonesia.

Draf KMA sudah pada tahap finalisasi dan siap disahkan serta dipublikasikan pada 1 November 2020. Adapun KMA juga akan mengatur kuota jamaah yang diberangkatkan umrah dari masing-masing wilayah.

Tabrani mengatakan pihaknya masih belum mengetahui ada berapa banyak jamaah yang diberangkatkan dari DKI Jakarta. “Sampai hari ini kami belum dapat menginformasikan data yang riil, karena semua agen perjalanan belum memberikan data konkrit ke kami,” kata dia.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here