Kawasan Bandara Internasional Yogyakarta Rawan Banjir, Gerindra: Tolong Diseriusi

Pancangan dan karung pasir di talud Sungai Serang hampir jebol. ANTARA/Sutarmi

Indonesiainside.id, Kulon Progo – Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengindentifikasi sejumlah wilayah rawan banjir di kawasan selatan daerah tersebut. Kerawanan banjir bersumber dari luapan Sungai Serang dan Sungai Bogowonto di┬áKecamatan/Kapanewon Wates, Panjatan, Galur, dan kawasan Bandara Internasional Yogyakarta.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kulon Progo, Sendy Yulistya Prihandinyi, mempertanyakan keseriusan pemerintah setempat menangani banjir kawasan selatan. Dia mengatakan, saat hujan deras yang mengguyur Kulon Progo beberapa waktu lalu di Kecamatan/Kapanewon Wates, dan Panjatan mengalami banjir meski tidak parah, yang disebabkan oleh tanggul dan talud Sungai Serang yang baru dibangun hampir jebol, begitu juga di kawasan Bandara YIA.

Ancaman yang membayakan adalah talud jebol. Saat ini, talud Sungai Serang masih berupa tanah. Di sisi lain, talud tersebut tinggal satu mater dari permukiman padat penduduk. Hal ini perlu adanya komunikasi lebih lebih lanjut menangani ancaman tersebut.

“Meski sudah dilakukan normalisasi, tetap ada koordinasi antara BPBD, DPUPKP, dan BBWSSO. Saat ini diprediksi potensi curah hujan cukup tinggi, artinya di wilayah setelan menjadi wilayah dengan ancaman bencana banjir cukup tinggi. Kami tidak berharap kasus tanggul jebol tanggul Sungai Serang, tepatanya di Bendungan, Wates,” katanya di Kulon Progo, Senin (2/11).

Dia meminta talud Sungai Serang di Kapanewon/Kecamatan Wates menjadi perhatian pemkab dan BBWSO. “Jangan sampai bencana banjir melanda Wates, khususnya di Triharjo, Bendungan, Ngestiharjo dan Karangwuni. Kondisi tanggul dalam kondisi kritis,” katanya.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here