UMP 2021 di Jatim Naik Rp100 Ribu, Kadin Minta Pemerintah Kota dan Kabupaten Jangan Ikuti Pemprov

Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto bersama Rektor Unesa, Prof Dr Nur Hasan

Indonesiainside.id, Surabaya – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim Adik Dwi Putranto meminta kepada seluruh pemerintah kabupaten dan kota di wilayah itu tidak menaikkan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) karena sudah di atas Upah Minimum Provinsi (UMP).

“Selain itu, kondisi industri di Jawa Timur saat ini masih dalam keadaan tidak baik,” kata Adik menanggapi penetapan UMP 2021 oleh Pemprov Jatim di Surabaya, Senin.

Sebelumnya, Pemprov Jatim telah menetapkan besaran nominal UMP 2021 naik Rp100 ribu atau 5,5 persen. Dari UMP 2020 sebesar Rp1.768.777 menjadi Rp1.868.777 di tahun 2021.

“UMK di seluruh Jatim sudah di atas UMP. Untuk itu, kami harap UMK ini tidak bergerak, karena kondisi saat ini tidak memungkinkan untuk menaikkan upah karyawan,” tegas Adik, berharap.

Adik mengatakan UMK tahun 2020 yang telah berlaku di 38 kabupaten dan kota di Jatim seluruhnya sudah di atas UMP. UMK terendah ada di 9 Kabupaten, tetapi nominalnya masih diatas UMP, yaitu sebesar Rp1.913.321,73.

Ke 9 kabupaten tersebut adalah Kabupaten Sampang, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Madiun, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Trenggalek dan Kabupaten Magetan.

“Semua sudah di atas UMP. Untuk itu, kami berharap teman buruh juga menyadari kondisi saat ini,” ujarnya.

Adik mengakui kondisi saat ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pandemi COVID-19 telah menghempaskan kinerja industri di seluruh Jatim, bahkan di Indonesia. Ekonomi terhenti hingga kinerjanya mengalami kontraksi atau minus 5,9 persen Akibatnya, banyak perusahaan yang tidak bisa menggaji karyawan hingga memutuskan untuk merumahkan sebagian karyawan atau bahkan memutus hubungan kerja atau PHK.

“Di Jatim, hingga Mei 2020 ada sekitar 231 perusahaan yang telah melakukan PHK dengan jumlah 6.900 pekerja. Sementara jumlah karyawan yang dirumahkan juga cukup banyak, mencapai 32.403 karyawan yang bekerja di sekitar 607 perusahaan,” katanya.

Oleh karena itu, Adik berharap karyawan dan buruh bisa memahami situasi sekarang, yang mana ekonomi masih membutuhkan waktu untuk bangkit setelah terdampak pandemi COVID-19. “Berikan kami waktu untuk kembali memulihkan ekonomi ini,” katanya. (ant/msh)

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here