Masjid Pertama di Athena Sejak Abad ke-19 Akhirnya Dibuka untuk Jamaah

Acropolis dan Parthenon terlihat diterangi dengan sistem pencahayaan baru, di Athena, Yunani, Rabu (30/9/2020). . ANTARA FOTO/Xinhua/Marios Lolos

Indonesiainside.id, Athena – Di tengah meningkatnya Islamofobia dan ujaran kebencian terhadap Islam di Eropa, Athena membuka masjid pertama sejak abad ke-19. Pembukaan masjid itu menandai lepasnya status Athena sebagai satu-satunya ibu kota negara Uni Eropa yang tidak memiliki masjid.

Imam pertama masjid itu adalah Zaki Mohammed, 49, seorang warga negara Yunani asal Maroko, kutip harian lokal Ekathimerini. Doa peresmian masjid diadakan dengan mengikuti protokol Covid-19.

Keputusan untuk membangun masjid di Athena pertama kali dibuat pada 2006, dengan anggaran EUR887.000, tapi hambatan birokrasi, protes oleh kelompok sayap kanan dan tantangan hukum menghentikan proses tersebut.

Sebelumnya, setengah juta umat Muslim di kota itu harus pergi ke ruang bawah tanah yang kotor dan lokasi yang tidak sehat untuk bertemu dan melakukan shalat.

Turki telah lama mengecam pelanggaran hak-hak minoritas Muslim dan Turki yang dilakukan oleh Yunani, mulai dari menutup masjid dan membiarkan masjid bersejarah rusak, hingga menolak mengakui pemilihan mufti oleh warga Muslim.

Tindakan ini melanggar Perjanjian 1923 Lausanne serta putusan Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (ECHR), yang menurut Turki, membuat Yunani menjadi negara yang mencemooh hukum.

Sebelumnya, seorang petinggi agama Islam di Athena, Yunani, menyayangkan kondisi umat Islam disana yang terpaksa beribadah di ruang bawah tanah atau tempat yang kurang bersih lainnya.

“Yunani merupakan satu-satunya negara Uni Eropa yang tidak memiliki masjid di ibu kotanya,” kata Ibrahim Serif, kepala Dewan Penasehat Minoritas Turki Trakia Barat, kepada Anadolu Agency dalam wawancara eksklusif.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here