Sekularisme Radikal di Prancis Berubah Menjadi Intoleransi, Lalu Jadi Alat Penindasan

Foto aerial suasana sepi Place de l'Etoile dan the Arc de Triomphe di tengah karantina wilayah akibat merebaknya Covid-19 di Paris, Prancis, Rabu (1/4/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Pascal Rossignol/wsj.

Indonesiainside.id, Paris – Di tengah retorika anti-Islam yang sedang berlangsung di Prancis, artikel yang mengkritik sekularisme Prancis telah dihapus dari website berita Politico Europe.

Berita opini itu berjudul “Agama sekularisme berbahaya di Prancis” diterbitkan pada 31 Oktober. Pemimpin Redaksi Stephen Brown mengatakan artikel tersebut “telah ditarik karena tidak memenuhi standar editorial kami.”

Dalam artikelnya, Farhad Khosrokhavar, direktur studi di Ecole des Hautes Etudes en Sciences Sociales, sebuah sekolah pascasarjana di Paris, mengatakan sekularisme di Prancis telah berkembang menjadi alat penindasan oleh segmen tertentu, dan hampir berubah menjadi agama sipil.

“Prancis membayar harga mahal untuk sekularisme fundamentalisnya, baik di dalam maupun di luar perbatasannya sendiri,” sebut artikel tersebut.

Dia mengatakan, sekularisme radikal di Prancis berubah menjadi intoleransi, lalu menjadi alat penindasan. Khosrokhavar mengatakan negara-negara seperti Denmark, tempat kartun Nabi Muhammad diterbitkan pertama kali, tidak menerima reaksi seperti itu.

“Alasannya sederhana: bentuk sekularisme Prancis yang ekstrem dan kepatuhannya pada penistaan ​​agama, yang memicu radikalisme dalam minoritas yang terkucilkan,” lanjut itu.

Meski sekularisme tradisional Prancis mengharuskan negara untuk tidak memihak dan menghormati agama di ruang publik, artikel tersebut menekankan bahwa sekularisme hari ini telah menjelma dalam bentuk radikal, dan berubah menjadi intoleransi.

“Penggunaan kartun yang tidak bijaksana atas nama kebebasan untuk menghujat pada akhirnya merusak debat publik: itu menstigmatisasi dan menghina bahkan Muslim yang paling moderat atau sekuler, banyak dari mereka tidak memahami fokus obsesif awam Prancis pada Islam,” tambah tulisan itu.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here