Biaya Umrah di Era Pandemi Nambah Minimal Rp10 Juta, Waktunya Juga Lebih Singkat

Jamaah umrah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. (SPA)

Indonesiainside.id, Tulungagung – Jika ingin umrah di masa pandemi Covid-19 saat ini, siap-siap saja merogoh kocek dalam-dalam. Selain mahal, jadwal ibadah juga terpotong masa karantina di kamar hotel. Misalnya, paket umrah 10 hari, bisa jadi hanya lima hari ibadah karena dipotong masa karantina tiga hari begitu tiba di Arab Saudi.

Kenaikan biaya umrah pada saat ini diakui pengusaha jasa travel-umrah di Tulungagung, Jawa Timur. Travel umrah menaikkan biaya paket umrah atau memberlakukan biaya tambahan hingga Rp10 juta per kepala. Hal ini sebagai dampak kenaikan biaya akomodasi dan pembatasan sosial yang diterapkan pemerintah Arab Saudi selama pandemi Covid-19.

“Penerapan protokol kesehatan yang ketat menyebabkan harga paket ibadah umrah ‘new normal’ lebih mahal dibanding sebelumnya,” kata Manajer Pemasaran PT Menara Kamilah Travel dan Umrah Tulungagung, Dzulhaq Reza Syahruniam di Tulungagung, Kamis (5/11).

Dijelaskan, ada beberapa faktor yang menyebabkan biaya paket umroh lebih mahal dibanding sebelum pandemi. Pertama karena kapasitas kamar tidur hotel dan bus yang dibatasi, sebagaimana protokol Covid-19, yakni maksimal hanya 50 persen.

“Hotelnya pun hanya yang bintang lima saja yang diperbolehkan beroperasi oleh kerajaan Arab Saudi,” ucap dia.

Akibatnya, satu kamar bisa digunakan untuk empat jamaah kini hanya dua saja. Sedangkan hotel yang biasanya menggunakan bintang tiga dan empat sekarang hanya bintang lima saja yang boleh beroperasi.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here