Riau Waspadai Klaster di Lapas Setelah 57 Napi Positif

Sel penjara bagi tahanan. Foto: antara

Indonesiainside.id, Pekanbaru – Satuan Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Provinsi Riau melakukan antisipasi terhadap klaster penularan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru, karena jumlah warga binaan atau napi yang terinfeksi Virus Corona terus bertambah menjadi 357 orang.

Gubernur Riau Syamsuar langsung melakukan rapat dengan Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Riau, Ibnu Chuldun, untuk membahas penanganan COVID-19 terhadap warga binaan Lapas, di Pekanbaru, Kamis. Sebabnya, jumlah napi di Lapas Pekanbaru yang terkonfirmasi COVID-19 hari ini bertambah 150 orang, sehingga total ada 357 pasien di fasilitas itu.

“Iya benar, hari ini ada penambahan 150 warga binaan lagi yang terkonfirmasi COVID-19, sebelumnya 207 orang,” kata Ibnu Chuldun usai pertemuan dengan Gubernur Riau, kepada wartawan di Pekanbaru.

Ibnu mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Satgas COVID-19 Riau untuk penanganan lebih lanjut. Ia mengatakan pihaknya tetap melakukan isolasi mandiri terhadap napi yang positif COVID-19 di dalam Lapas dengan blok yang sudah disediakan.

Menurut dia, Lapas Pekanbaru juga sudah mempersiapkan ruangan serba guna untuk dijadikan ruang isolasi pasien COVID-19. Ia mengklaim kapasitas blok yang disiapkan untuk isolasi mandiri napi positif COVID-19 mampu menampung hingga 500 orang. Namun Ibnu tidak menjelaskan secara rinci seperti apa blok dan fasilitas apa yang ada di tempat tersebut.

“Tapi kalau ada penambahan 300 sampai 400 kita sudah siapkan blok untuk isolasi. Bahkan bisa menampung sampai 500 orang,” ujarnya.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here