FAO: Harga Pangan Dunia Naik Lima Bulan Berturut-turut

Seorang petani menyiapkan jambu biji di atas perahu sebelum menjualnya di sebuah pasar apung di Barisal, Bangladesh, Jum'at (14/8/2020). Xinhua/Salim

Indonesiainside.id, Jakarta – Harga pangan dunia naik untuk bulan kelima berturut-turut pada Oktober, hampir kembali ke level awal tahun 2020, demikian dilaporkan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) pada Kamis (5/11).

Indeks Harga Pangan Dunia FAO naik 3,1 persen pada Oktober, peningkatan satu bulan terbesar tahun ini. Kini, levelnya 6,0 persen di atas level tahun lalu dan mendekati level tertinggi tahun 2020 yang tercatat pada Januari.

Penggerak terbesar dalam indeks tersebut berasal dari biji-bijian dan sereal, yang naik pada bulan keempat berturut-turut sebesar 7,2 persen dibandingkan September. Dengan kenaikan terbaru itu, indeksnya kini berada 16,5 persen di atas level pada September 2019.

FAO mengatakan harga jagung naik sebagian karena permintaan yang lebih tinggi dari biasanya dari China dan ekspor yang lebih rendah dari Brasil. Sementara harga gandum naik karena pasokan yang lebih rendah dari Argentina, Amerika Utara, Eropa, dan kawasan Laut Hitam. Harga beras turun ke level terendah dalam tujuh bulan karena ekspektasi tingkat produksi yang kuat di Asia.

Penggerak besar lain dalam indeks tersebut adalah harga gula, yang melonjak 7,6 persen, didorong oleh ekspektasi bahwa pasokan akan turun dari dua produsen terbesar dunia, masing-masing Brasil dan India.

Indeks minyak nabati naik 1,8 persen, peningkatan satu bulan terkecil dalam periode empat bulan dengan kenaikan stabil. Untuk bulan kedua berturut-turut, harga minyak sawit yang lebih tinggi menjadi faktor terbesar, kata FAO.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here