Austria Tutup Dua Masjid yang Diklaim Sempat Dikunjungi Pendukung Pelaku Penembakan Wina

Indonesiainside.id, Vienna— Menyusul amukan mematikan di Wina, otoritas Austria telah menutup dua tempat ibadah di kota yang diduga terkait kelompok penyerang  yang menewaskan empat orang minggu ini. Salah satunya adalah masjid yang terdaftar di bawah hukum Austria sementara yang lainnya adalah asosiasi Islam yang beroperasi sebagai masjid, kata pihak berwenang pada hari Jumat.

Austria telah memerintahkan penutupan dua masjid di Wina yang dikunjungi oleh pendukung Daesh yang diduga melakukan penembakan acak di kota itu awal pekan ini. Salah satunya adalah “Mesdzid Tewhid” yang sering dikunjungi pelaku.

Sekitar 70 polisi terlibat dalam penutupan kedua masjid tersebut. Menteri Unifikasi Austria Susanne Raab, bagaimanapun, menekankan bahwa langkah itu “bukan serangan terhadap agama” tetapi “perjuangan bersama melawan penyalahgunaan agama terhadap radikalisme,” kutip Reuters.

Baik Masjid Tewhid dan Asosiasi Melit Ibrahim tampaknya sering dikunjungi oleh pria bersenjata berusia 20 tahun itu. Menteri Dalam Negeri Karl Nehammer menggambarkan penutupan tersebut sebagai “langkah penting” terhadap mereka yang mencoba memanfaatkan aturan hukum di Austria.

“Kami akan selalu menghadapi tantangan dari orang-orang yang melakukan kekerasan, organisasi kriminal yang berusaha bersembunyi di balik supremasi hukum, struktur hukum – ini akan menjadi pertempuran permanen,” kata Nehammer dikutip DW.

Empat orang tewas dan 20 lainnya luka-luka dalam serangan Senin itu. Pihak berwenang mengidentifikasi penyerang sebagai Kujtim Fejzulai, 20, dari Austria dan Makedonia Utara.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here