Jenazah COVID-19 Biji Matanya Hilang dan Berdarah, Ini Penjelasannya

Indonesiainside.id, Jakarta – Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo memberikan klarifikasi terkait dengan beredarnya sebuah video jenazah pasien positif asal Desa Alastengah, Kabupaten Probolinggo yang dikabarkan hilang biji matanya dan mengalami pendarahan.

“Tidak betul ada pengambilan organ (mata) sebagaimana yang beredar di media sosial karena pada saat pemulasaraan jenazah dengan protokol COVID-19 sudah disaksikan oleh pihak keluarga,” kata Ketua Pelaksana Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Probolinggo dr Shodiq Tjahjono dalam rilis yang diterima, Sabtu(7/11).

Ia mengatakan pasien tersebut masuk ke rumah sakit pada 2 November 2020, kemudian pada 5 November 2020 sekitar pukul 13.00 WIB yang bersangkutan meninggal dunia dengan diagnosa stroke dan terkonfirmasi positif COVID-19.

“Pemulasaraan dan pemakaman jenazah dilakukan dengan protokol kesehatan COVID-19 karena yang bersangkutan terkonfirmasi positif dan ada dua orang dari pihak keluarga jenazah yang ikut menyaksikan pemulasaraan jenazah,” tuturnya.

Menurut dia pihak keluarga saat itu sudah setuju untuk dilakukan pemulasaraan jenazah dan pemakaman protokol kesehatan COVID-19, kemudian sekitar pukul 18.00 WIB, jenazah dijemput oleh ambulans RSUD Waluyo Jati Kraksaan untuk dimakamkan di Desa Alastengah, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo.

“Sampai di sana sekitar pukul 18.45 WIB. Waktu datang memang kelihatan dari pihak keluarga histeris dan kemudian peti jenazah dibuka oleh pihak keluarga dan terlihat ada darah di kain kafan,” katanya.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here