Kelompok Bersenjata di Papua Rampok Dana Desa untuk Beli Senjata

kkb papua
Inilah sebagian anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua dan Papua Barat. Foto: Istimewa.

Indonesiainside.id, Jakarta – Kelompok bersenjata di Papua disebut merampok Dana Desa untuk membeli senjata dan amunisi. Bupati Intan Jaya Natalius Tabuni mengatakan kelompok bersenjata seringkali mengancam kepala desa dan sekretaris di wilayahnya untuk meminta dana tersebut.

“KKB ini biasanya setelah mengetahui pencairan dana desa, akan menunggu di perkampungan. Ketika bertemu aparat desa, mereka akan meminta sebagian dana tersebut. KKB ini mengancam dengan senjata kalau tidak diberikan sebagian dana itu,” kata Natalis seperti dikutip keterangan resmi TNI pada Minggu (8/11).

Dia menyatakan pemerintah daerah tidak bisa mengontrol penyaluran dana desa karena dana itu ditransfer langsung ke kepala kampung maupun sekretaris kampung.

Menurut dia, pengawasan dana desa dan penjualan senjata harus jadi tugas bersama pemerintah dan petugas keamanan.

Sebab, kata dia, meski ada dana namun tidak ada penjual senjata, maka kelompok bersenjata otomatis kehabisan amunisi dan senjata.

“Keduanya saling terkait. Dana desa dan penjualan senjata ini. Kita awasi dana desa tapi juga jangan lagi ada celah untuk penjualan senjata dan amunisi,” ujar dia.

Dengan adanya temuan itu, Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III Kolonel Czi IGN Suriastawa menyatakan siap membantu mengamankan pencairan dana desa.

Menurutnya hingga kini belum ada permintaan dari aparat desa untuk mengawal pencairan dana desa itu.

“Kalau ada pemda kasih surat ke kita untuk melakukan pengamanan dalam pencairan dana, yah boleh kami siap,” ujar Suriastawa, kepada Anadolu Agency melalui sambungan telepon, pada Jumat.

TULIS KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here